Blog

Pertemuan Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi di STAIN Kediri

Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta hadir dalam rapat konsolidasi Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi se-Indonesia di STAIN Kediri pada tanggal 19-20 Desember 2017. Dalam acara yang dihadiri dari berbagai mahasiswa Tasawuf yang terdiri dari mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Pekalongan, UIN Sunan Ampel Surabaya, STAIN Kudus, IAIN Tulungagung dan STAIN Kediri. Sebelum mengadakan pertemuan tersebut kami mahasiswa Tasawuf dan Psikoterpi dari berbagai kampus yang berbeda telah melakukan komunikasi lewat pesan WA dan Email. Dalam pertemuan yang berjalan selama dua hari satu malam itu, kami mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi saling berdiskusi dan bertukar informasi tentang keilmuan serta pembeajaran yang berlangsung di kampus masing-masing. Seperti halnya sebuah condong atau arah  dari keilmuan yang dipelajari dalam pembelajaran kuliah. Memiliki corak yang berwarna-warni, hingga jika dipadukan dengan adanya diskusi akan saling melengkapi dalam keilmuan.

Tujuan dari diadakannya pertemuan ini adalah selain menjalin silaturahmi antar mahasiswa TP di kampus lain juga berdiskusi masalah pembentukan forum nasional mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi seluruh Indonesia. sehingga, dengan adanya forum tersebut mahasiswa TP dapat saling bertukar informasi serta sharing dan saling membantu dalam ranah keilmuan Tasawuf dan psikoterapi. Serta menjadi wadah yang dapat memberikan informasi serta membantu dalam raanah keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi sendiri.

Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi Menyelenggarakan Khataman Al-Quran setelah UAS

img-20171220-wa0018

Kegiatan ini merupakan kegiatan Rutinan Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi sesudah melaksanakan Ujian Akhir Semester. Ada beberapa serangkaian acara yang di lakukan yang pertama yaitu membaca Al Qur’an secara bersamaan sampai selesai (Khatam) selain itu ada beberapa sambutan sekaligus pengarahan  dari bapak dosen, dan yang terakhir sharing-sharing atau evaluasai kegiatan perkuliahan  yang sudah di laksanakan selama satu semester. kegiatan ini    dilakasanakan pada tanggal 19 Desember 2017   bertempat di Pondok Mahasiswa Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta. adapaun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkuat rasa kekeluargaan dari Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi Sendiri. karena kekeluargaan sangat penting untuk selalu di pelihara dan di rawat dengan sebaik baiknya, agar dapat saling memahami dan mengerti satu sama lain .

Saran

Dari mahasiswa memberikan komentar bahwa Kegiatan semacam ini harus terus diadakan karena penting selain untuk mempererat persaudaraan, mengevaluasi pembelajaran yang berlangsung sangat penting untuk pembelajaran kedepanya. agar kedepan bapak Dosen dalam  memberikan pengajaran lebih  efektif , selain itu kegiatan ini  juga untuk mengembangkan atau belajar akan seni membaca al -Quran.

Seminar Nasional “Peran Generasi Millenial IAIN Surakarta dalam Gerakan Kontra Radikalisme dan Nasionalisme”

IMG-20191125-WA0033

Sukoharjo – Selasa, 19 November 2019

Himpunan Mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi bekerjasama dengan mahasiswa jurusan Psikologi Islam IAIN Surakarta mengadakan Seminar Nasional yang bertema “Peran Generasi Milenial IAIN Surakarta dalam Gerakan Kontra Radikalisme dan Nasionalisme” yang diadakan di Aula lantai I gedung PPG IAIN Surakarta. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa IAIN Surakarta khususnya mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, dan Psikologi Islam. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat memberikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan radikalisme, bagaimana penanaman rasa nasionalime, dan peran generasi milenial terhadap respon kontra radikalisme dikalangan civitas akademik di IAIN Surakarta.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB. Pembukaan dilakukan dengan pembacaan Al-Qu’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia yaitu saudara Ahmad Mujahid, ketua HMJ Tasawuf dan Psikoterapi saudara Fian Rizkiyan dan Penanggung Jawab Acara bapak Dr. H. Moh. Abdul Kholiq Hasan, Lc., M. A., M. Ed. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bapak H.M. Syakirin Al Ghozaly., M.A., Ph.D.

 

Selanjutnya acara inti, dengan pemateri yaitu Bapak Dr. Ali Fauzi Manzi dan Ibu Dhestina Religia M., M.A memaparkan materi dengan dimoderatori oleh Bapak Dr. H. Moh. Abdul Kholiq Hasan, Lc., M. A., M. Ed.

 

Dalam salah satu pemaparannya Dr. Ali Fauzi Manzi mengatakan “Akar dari terorisme tidaklah tunggal bahkan saling berkaitan. Karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal. Dimana haruslah dari banyak aspek, perspektif, dan metodologi. Ibarat sebuah penyakit, terorisme termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, sehingga membutuhkan dokter spesialis dan juga kampanye pencegahan dari orang – orang yang pernah mengalaminya”.

 

Selanjutnya pemateri kedua yaitu ibu Dhestina Religia dalam salah satunya materinya memaparkan berbagai macam faktor – faktor dari seseorang dapat meninggalkan jalan terorisme. Kedua pemateri tersebut memiliki ciri khas masing – masing, dimana materi yang disampaikan Dr. Ali Fauzi berdasarkan pengalaman pribadi sebagai mantan instruktur perakitan bom, sedangkan Ibu Dhestina berdasarkan hasil riset yang dilakukan. Hal ini tentu sangatlah holistik dan komprehensif, sehingga tidak hanya pemaparan secara teori saja yang didapatkan dari peserta tetapi juga disertai dengan bukti nyata dari pengalaman.

 

Kemudian diadakannya sesi tanya jawab, peserta begitu antusias menanyakan seputar tema. Dilanjutkan dengan pemberian kenang – kenangan untuk kedua pemateri dan moderator oleh Ketua Panitia dan ketua HMJ Tasawuf dan Psikoterapi.

 

Writted by: Anna R

NGOBROL SANTAI KOMUNITAS PENGGIAT TASAWUF & PSIKOTERAPI

WhatsApp Image 2019-09-21 at 06.09.56

“NGOBRAS KOPI SUFI: QUR’AN UNTUK GENERASI MILENIAL”

Oleh: Abd Haris

Banyak hal yang dapat dilihat dari generasi milenial, generasi yang selalu memandang problem kehidupan dengan cara unik, entah cara berpikir, bercanda, bermain, ataupun berhubungan sosial. Kebanyakan aktifitas mereka terekam jelas di media sosial, yang membuat menarik untuk diperhatikan adalah bagaimana cara berpikir mereka yang seakan akan memiliki kepribadian ganda, di media sosial ia terlihat sangat terbuka dan bahagia tetapi di kehidupan sehari hari sangat tertutup dan penyendiri, di kehidupan nyata mereka sedikit sekali berbicara tetapi di dunia maya mereka bisa bicara seperti tanpa ada batasnya. Sebenarnya kepribadian ganda ini akan membuat bingung jiwa mereka, yang pada ahirnya nalar berapikir mereka akan sering terbolak balik. Sering juga didapati bahwa generasi milenial tak tahu mana yang bersifat primer (utama) dan mana yang bersifat sekunder (penunjang). Beberapa contoh misalnya makan adalah kebutuhan primer, dan tempat makan itu sifatnya sekunder. Generasi milenial akan lebih mementingkan tempat makan daripada makan itu sendiri, sebab tempat makan membuatnya lebih eksis daripada makan. Menulis dan berpikir itu tujuan utamanya pelajar sebagai tanda eksistensi dirinya, sedang menjadi viral itu bonusnya. Generasi milenial menjadi viral merupakan tujuannya, sedang spam dan hidup bermalas malasan adalah caranya.

Qur’an untuk generasi milenial adalah qur’an yang friendly, yang bisa menyesuaikan tradisi mereka tanpa merubah pola pikir al-Qur’an itu sendiri. Mau bagaimanapun qur’an sampai sekarang tetap eksis dan kontekstual. Hanya tergantung bagaimana cara pengajarnya saja untuk lebih membumikan al-Qur’an. Ketika al-Qur’an diajarkan dengan cara tekstual pasti yang ada akan benturan dengan generasi masa kini. Sebenarnya al-Qur’an adalah bahasa yang sangat mudah, lebih rumit bahasa asing. Ia kalamullah yang sifatnya memakai bahasa manusia dan disampaikan lewat manusia pula. Coba perhatikan setiap kata dari bahasa Arab itu secara umum tersusun dari tiga huruf, misal kata كتب yang berarti menulis jika ingin dirubah dari kata kerja menjadi kata tempat tinggal dikasih huruf م depannya menjadi مكتب yang artinya tempat menulis (meja). جلس yang artinya duduk menjadi مجلس yang artinya majlis (tempat duduk), سجد yang artinya sujud menjadi مسجد yang artinya tempat sujud (masjid). Atau lihat setiap susunan bahasanya yang hampir mirip mirip misal سورة dan صورة itu satu kata yang pengucapannya hampir sama tetapi artinya berbeda, satu artinya surat satunya lagi artinya gambar. Hal ini sebenarnya ingin menunjukkan bahwa bahasa al-Qur’an adalah bahasa yang mudah dipahami, dan mudah di hafalkan. Bagaimana tidak, seseorang melafalkan صورة secara tidak sadar ia akan mengingat huruf ص dan sekaligus ingat artinya.

Qur’an untuk generasi milenial adalah qur’an yang memiliki sifat membenahi prilaku pembacanya, merubah pola pikirnya. Ketika generasi milenial yang memiliki kepribadian ganda, yang gampang berubah ubah, tak mengerti arah dan tujuan hidupnya, qur’an secara pelan pelan akan menjadi terapis baginya. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mentahsin (memperindah) pola pikirnya, membenarkan tanpa harus menyalahkan. Dalam tahsin al-Qur’an ada yang namanya hukum bacaan idzhar yang artinya jelas, coba tanyakan ke mereka siapa jelasnya diri mereka untuk saat itu juga, agar mereka paham apa hak dan kewajibannya, jika mereka jawab pelajar pastinya tanggung jawabnya adalah belajar. Selain itu ada juga bacaan ikhfa yang maksudnya adalah samar, coba tanyakan apa dihidupnya yang mereka bingungkan, supaya yang samar mampu menjadi jelas. Sebab seringnya masalah mereka dishare pada tempat yang tidak tepat sehingga posisinya menjadi terbolak balik, hal yang harusnya dijelaskan pada yang bersangkutan agar tidak samar justru ia share ke publik (media sosial), hal yang harusnya samar (menjadi privasi) justru mereka jelaskan ke ranah publik, akibatnya semakin tidak jelas. Ada juga yang namanya ghunnah, artinya menahan. Coba tanyakan ke mereka seringnya mereka menahan atau memendam, bisa dipastikan jawabannya adalah memendam. Memendam dan menahan itu memiliki arti berbeda, menahan itu mencegah masalah untuk tidak masuk perasaan, sedang memendam itu memasukkan masalah pada perasaan. Akibat sering memendam adalah sikap yang mudah baper, dan sesuatu yang terpendam jika terkeluarkan bisa jadi meluap, emosional, dan tak terkontrol. jika dishare pada tempat yang tidak tepat ini bahaya, bisa jadi menanggapi masalah yang berbeda tetapi tetap dengan perasaan yang sama.

Qur’an menjadi asing di generasi milenial sebab para pengajarnya kurang bisa menyesuaikan pada mereka yang mempelajarinya. Saat pengajar beranggapan bahwa membaca qur’an jika salah pelafalannya akan mendapat dosa, membacanya harus dengan niat yang tulus tidak boleh main main, harus konsisten tidak boleh sesukanya sendiri dan seterusnya, ini akan membuat mereka (generasi milenial) semakin jauh. Ketika salah pelafalannya kemudian di bully dan ditertawakan, itu akan semakin membuatnya minder, ujung ujungnya mereka lebih memilih melafalkan lirik lagu tinimbang qur’an. Salah bukan untuk disalahkan, tetapi salah itu untuk dibenarkan. Salah bukan untuk di ditertawakan dan di bully habis habisan, tapi salah untuk dicontohi bagaimana pelafalannya yang benar. Dengan seperti itu mereka tidak merasakan sedang disalahkan, tetapi sedang dibenahi. Qur’an akan rumit jika diajarkan dengan kekakuan, benar secara teks memang qur’an banyak membahas tentang hukum, akan tetapi qur’an hadir bukan untuk menghukumi tetapi membenahi pembacanya. Banyak dalam qur’an yang menceritakan pergolakan pikiran antara logika Islam dengan logika jahiliyah ataupun Yahudi. Sebab Islam datang dengan logika yang sangat masuk akal sehingga banyak dari mereka yang ahirnya iman. Dari hal ini menunjukkan bahwa qur’an datang pertama kali bukan menentukan hukum tetapi membenarkan cara berpikir manusia. Di zaman ini Qur’an menjadi sangat rumit disebabkan oleh pengajarnya yang selain tak bisa memahami secara kontekstual, juga para pengajar lebih sering membawa teks al-Qur’an pada ranah politis, disini akan semakin semu, dan generasi milenial yang identik bingung akan bertambah bingung, pada ahirnya qur’an bukan sebagai petunjuk (pedoman hidup) lagi, tetapi sebagai kalam Tuhan yang sakral tak mudah disentuh dan didekati siapapun, termasuk generasi milenial.

Ngobrol Santai Komunitas Tari Sufi Iain Surakarta

 

IMG-20190905-WA0143

Kamis, 05 September 2019. Komunitas Tari Sufi Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi atau Kotamasa’i Iain Surakarta yang berada dibawah naungan Hmj Tasawuf dan Psikoterapi mengadakan agenda Ngobrol santai (ngobras) sebagai sarana pengenalan salah satu kegiatan jurusan Tasawuf Dan Psikoterapi. Kegiatan ini dilakukan di gedung Laboratorium lantai 3 Iain Surakarta. Saudara Fian selaku ketua Hmj Tasawuf memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut. adapun pemateri dalam acara ini adalah saudara Ghozali sebagai salah satu pelatih Tari sufi Kotamasa’I dan seorang Mahasiswi TP semester 7 yakni saudari Aida.

Pertama, pemateri memaparkan sejarah singkat dari terbentuknya Tari Sufi. Dimana Tari Sufi sendiri berasal dari Turki dan didirikan oleh Maulana Jalaluddin Rumi. Tari Sufi memiliki berbagai sebutan lain diantaranya Tari whirling dervishes, Tari Sema, bahkan ada juga yang menyebutnya Tari kematian. Dalam setiap gerakannya memiliki makna yang mendalam seperti gerekan tangan yang menjadi isyarat bagaimana kita harus dapat menekan hawa nafsu, isyarat tangan kanan menengadah ke atas dan tangan kiri menelungkup kebawah menggambarkan bagaiman kita menerima rahmat dari tuhan dan menyebarkannya kea lam sekitar, putaran tari sufi yang berlawanan dengan arah jarum jam sebagai isyarat untuk menjauhi kehidupan dunia yang sementara, dan berbagai makna lainnya. Pakaian yang dipakai para penari tari sufi pun juga memiliki makna tersendiri. Salah satu contohnya, pakaian para penari sufi terdahulu pada awalnya berwarna putih, Baju berwarna putih adalah penggambaran kain kafan, dimana setiap manusia yang hidup pasti akan meninggal dan hanya menyisakan kain kafan yang dipakainya.

Kemudian, salah satu Mahasiswa Tp semester 1 menjadi partisipan untuk mencoba memeragakan sedikit bagaimana gerakan tari sufi. Saat ini ada yang menyebut Tari sufi dapat dijadikan sebagai Ibadah dan juga meditasi, hal ini dikarenakan dalam pelaksanaannya sang penari berputar sekaligus membaca bacaan dzikir didalam hatinya. Tari sufi juga menjadi salah satu cara untuk melatih ketenangan dan fokus karena itulah mengapa para penari tari sufi tidak merasa pusing walau harus berputar lama saat menari. Dalam pemaparan pemateri, hal yang membuat penari tidak merasa pusing karena penari tersebut telah merasa melebur dengan tariannya, dalam hal ini diibaratkan seperti orang yang terpana sehingga tidak merasakan hal – hal lain kecuali rasa nyaman dan tentram dalam tariannya.

“Hypnotherapy Sufistik (Sufi Healing)” Komunitas Penggiat Tasawuf dan Psikoterapi di Sumberjo Kerjo Kranganyar

 

Rabu, 24 Juli 2019. teman-teman penggiat Tasawuf dan Psikoterapi diundang untuk memberikan Psikoterapi Islam dengan Hypnotherapi Sufistik metode Sufi Healing oleh KKN kelompok 72 IAIN Surakarta di Sumberjo Kerjo Karanganyar. Komunitas Penggiat Tasawuf dan Psikoterapi atau disingkat dengan KOPI SUFI adalah salah satu bentuk hasil kerjasama antara Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi dengan Pondok Pesantren Darul Afkar Klaten. Komunitas ini bergerak dibawah naungan HMJ Tasawuf dan Psikoterapi. Dengan adanya pergerakan mahasiswa ini diharapkan dapat melatih soft skill mahasiswa juga memberikan gambaran untuk nanti bagaimana mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi terjun di masyarakat.

Acara dilaksanakan ba’da isya’ sampai pukul 21.00 WIB.

Dengan adanya kegiatan ini kelompok KKN 72 IAIN Surakarta dapat mengatasi problem psiko-religius serta memberikan solusi atas masalah kesehatan mental.

KHOTMIL QUR’AN DAN PENGENALAN JURUSAN TASAWUF DAN PSIKOTERAPI

“Sambang, Sambung, dan Srawung”

Sabtu, 24 Agustus 2019. Himpunan Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi mengadakan acara Khotmil Qur’an yakni agenda tahunan yang selalu diadakan mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi di akhir tahun. pada acara Khotmil Qur’an ini kami adakan pada awal semester ganjil sekaligus menyambut mahasiswa baru jurusan Tasawuf dan Psikoterapi.

Tema pada acara Khotmil Qur’an sekaligus pengenalan jurusan Tasawuf dan Psikoterapi adalah “Sambang, Sambung, dan Srawung”. Pemateri dalam Acara tersebut adalah Ibu Siti Fathonah, S.Th.i., MA. dengan judul “Sambang, Sambung, dan Srawung” diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu budaya akademik mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterpi serta memperkenalkan profil jurusan Tasawuf dan Psikoterapi.

Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta beserta Bapak Kepala Jurusan dan Sekretaris Jurusan dan Bapak Ibu Dosen jurusan Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta. Diadakan di Pesantren Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah di Dusun Tojayan, Desa Pucangan, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo.

Teumpengan tak lupa dihadirkan di penghujung acara, dimana menjadi tradisi kami disetiap acara tahunan ini kami laksanakan. Diharapkan dengan diadakannya acara ini menambah semangat mahasiswa dalam mengaos al-Qur’an dan mahasiswa baru jurusan Tasawuf dan Psikoterapi mengetahui tentang jurusan Tasawuf dan Psikoterapi semakin mendalam.

Kuliah Kerja Lapangan Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi di Pondok Pesantren Sirnarasa Ciamis Tasikmalaya Jawa Barat

Kuliah Kerja Lapangan

“Metode Pengobatan Inabah ,Pondok Pesantren Sirna Rasa Ciamis Tasikmalaya”

Oleh Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta

Pada hari Senin, tgl 19 Agustus 2019 jurusan Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2016, yang sekarang memasuki semester tujuh telah melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Sirna Rasa. Pemberangkatan dilakukan pada Minggu malam dan tiba di pondok hari Senin subuh. Rombongan ini diikuti oleh 15 mahasiswa, 2 dosen DPL, dan bapak Kajur serta Sekjur Tasawuf dan Psikoterapi.

Kenapa kami memilih di Pondok Pesantren Sirnarasa ,karena pondok ini dianggap cocok untuk jurusan kita, di pondok ini dilakukan berbagai macam terapi yang berbasis religi. Dan pondok ini juga merupakan pondok yang sudah terkenal menangani permasalahan – permasalahan individu. Salah satu permasalahan yang sering di tangani di pondok ini adalah kecanduang NAPSA. Orang – orang yang ketergantungan NAPSA sering datang kesini untuk melakukan rehabilitasi agar memperoleh kesembuhan

Menurut hasil penuturan oleh Ibu Dewi selaku pembina metode inabah di Pondok ini . Beliau menjelaskan bahwa inabah artinya kembali dengan cara ditalkin. Ditalkin artinya menggunakan religi berupa dzikir supaya selalu teringat kepada Allah. Di pondok ini terdapat beberapa macam terapi. Yang pertama adalah terapi individu ,terapi ini berupa konseling kepada anak bina yang mengalami permasalahan. Konseling dilakukan seminggu sekali. Yang kedua adalah terapi kelompok ,yaitu Manakiban salah satu rutinan di Pondok Sirnarasa yang dilakukan sebulan sekali.

Dalam metode inabah ini ,dibulan pertama dilakukan Assesment ,kemudian bulan kedua adalah program 40 hari tidak bertemu orangtua dan tidak boleh mengobrol. Bulan ketiga dibina lagi sampai bulan ke enam jika sudah dinyatakan sembuh maka akan diijinkan pulang. Anak bina dapat dikatakan sembuh jika dia diuji dengan dilepas dilingkungannya bisa mempertahankan keimanannya artinya tidak tergoda lagi untuk memakai barang2 haram tersebut. Kesembuhan juga dipengaruhi oleh keluarga terutama ayah dan ibunya yang memiliki ikatan darah. Artinya jika sang anak melakukan kegiatan rutin di pondok maka orangtua juga harus mengamalkan apa yg anak lakukan di pondok agar si anak tidak kembali nakal lagi.

Hal yang dapat diambil dari kunjungan kami ini adalah ,kami bisa menambah ilmu dan mengetahui cara penanganan anak – anak atau orang yang mengalami problem – problem kehidupan. Artinya kami tidak hanya menguasai teori,sebuah teori akan bisa dikuasai jika bisa diterapkan ke praktek di kenyataaannya. Setelah sekitar setengah jam kita berdiskusi dan saling bertukar pikiran serta bertanya – tanya kepada narasumber ,kami berpamitan pulang.

Sumber : https://fud.iain-surakarta.ac.id/?p=1678

Berkunjung di Masjid Hastana Kraton Kertosuro

Pada hari Minggu, 24 Maret 2019 Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2016 melaksanakan kegiatan bersih-bersih Masjid di Hastana Kraton Kartosuro. kegiatan ini yang pertama  bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat, walaupun terlihat sederhana tetapi kegiatan ini sangatlah memberi pelajaran yang luar biasa dilihat dari kebersamaan, kedisplinan waktu,  kekompakan, arti pengabdian serta antusias mahasiswa dengan semangat untuk melakukan suatu hal yang bermanfaat bagi orang lain. yang kedua Agenda bersih-bersih masjid tersebut diselenggarkan untuk memenuhi tugas UTS di mata kuliah Spiritual Quation. Dalam rangka menyukseskan bersih-bersih ini maka segenap mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi  membawa perlengkapan yang digunakan untuk bersih-bersih. kegisatan ini mendapat respon yang sangat baik oleh takmir masjid dan juru kunci Hastana Kraton itu sendiri. semoga kegiatan ini sering di lakukan oleh kalangan mahasiswa, sebgai wujud sikap kepedulian kita terhadap lingkungan .

Pengembangan Prestasi Akedemik di Kampung Inggris Pare, di ikuti oleh Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi

WhatsApp Image 2019-03-29 at 12.53.01

Pengembangan Prestasi Akedemik di Kampung Inggris Pare

Oleh: Della Tri Damayamti

 

Pada tanggal 25 Juni 2018 lalu, salah satu mahasiswi Tasawuf dan Psikoterapi yang merupakan penerima beasiswa Bidikmisi Angkatan 2017 menjalani kegiatan pengembangan prestasi akademik di Kampung Inggris Pare selama satu bulan.

Kampung Inggris Pare, tidak lagi terdengar asing bagi masyarakat umum baik lokal maupun mancanegara pada umumnya dan bagi mahasiswa IAIN Surakarta pada khususnya. Tempat kursus bahasa asing yang terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur yang satu ini selalu menjadi sorotan bagi siapapun yang ingin menambah dan meningkatkan kemampuannya dalam pengembangan bahasa. Tua-muda, laki-laki maupun perempuan dengan berbagai profesi datang berbondong-bondong demi menambah kemampuan mereka dalam menguasai bahasa internasional di dunia ini.Meskipun terkenal dengan nama Kampung Inggris, namun di tempat ini juga terdapat beberapa macam lagi kursus bahasa asing mulai dari Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, dan lain sebagainya.

Program-program yang disediakan oleh setiap tempat kursus di sini sejatinya adalah sama. Hanya tingkatannya saja yang membedakan. Maka biasanya sebelum seorang member ditempatkan di sebuah kelas, mereka akan menjalani tes lisan terlebih dahulu untuk mendeteksi sejauh mana kemampuannya dalam berbahasa. Tujuannya adalah memberikan kemudahan untuk mereka dalam mengikuti jalannyapenyampaian materi yang diberikan. Program-program tersebut antara lain ialahgrammar, pronunciation, vocabulary, speaking, reading, listening, writing, dari dasarhingga tingkat TOEFLdan IELTS.

Dilihat dari segi manfaatnya, Kampung Inggris Pare memiliki banyak sekali pengajaran positif bagi pribadi setiap individu. Selain pengembangan prestasi akademik dalam berbahasa asing, di tempat inilah seseorang diajarkan untuk lebih percaya diri dalam melakukan public speaking. Para pengajar juga menekankan untuk tidak terlalu menjadikan grammar sebagai tolak ukur dalam berbahasa, karena jika seseorang terlalu takut meleset dari grammar maka selama itu pula dirinya tidak akan berani berbicara. Kemudian model pengajaran yang kadang diselingi games dapat membunuh rasa bosan para member. Serta tidak terlalu banyaknya member dalam satu kelas semakin mempermudah mereka dalam menangkap materi yang diajarkan. Selain itu bagi siapapun yang bermimpi untuk dapat melanjutkan studi di luar negeri –yang mengharuskan nilai IELTS mencapai skor lumayan tinggi– di sinilah tempat itu berada. Kampung Inggris Pare adalah kampung edukasi yang tepat bagi siapapun, mulai dari pemula hingga yang sudah mampu tetapi merasa belum cukup. Di Kampung Inggris inilah seseorang juga dituntut untuk dapat hidup bermasyarakat dan menjalankan kehidupan yang harmonis dengan keluarga baru di camp-nya.

Banyak orang mengatakan belajar di Kampung Inggris Pare itu mahal. Memang dalam kenyataannya hal tersebut ada benarnya. Namun ilmu, kesempatan, dan pengalaman yang didapatkan tidak sebanding dengan besarnya nominal yang dapat dicari lagi di kemudian hari.

Pelatihan Bekam oleh Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

sunnah rasul yuk !

Ayo sehat ! ayo bekam !

Pada hari rabu, 27 maret 2019 pukul 15:30 wib departemen keilmuan bekerja sama dengan departemen keorganisasian hmj tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta mengadakan agenda pertemuan rutin yang diadakan setiap seminggu sekali pada hari rabu. Pertemuan ini dihadiri mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi semster 2, 4 dan 6.

Pemateri pada hari ini adalah mahasiswa Tp sendiri yakni irfath dan jigun. Mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi Tp semester 4. Awalnya pemateri  pertama menjelaskan sejarah bekam. Dari masa rasulullah sampai pada masa tabiut tabiin.  Selanjutnya dilanjutkan oleh pemateri kedua yang menjelaskan secara detail titik titik bekam.  Diantara titik bekam adalah : 1. Ummu mughts,  2. Yafukh 3. Qomahduwah 4 nagroh 5 akhdain 6 kaahil 7 katifain-bahu (mengatasi hipertensi, struk dan sakit leher)  8 Bawah tulang belikat (mengatasi paru2 dan jantung 9 waarik (mengatasi hampir seluruh permasalahan disalurkan pencernaan) 10. Qithon – tulang ekor (meringankan kejantanan,  kesuburan dan mengatasi sistem sekresi) 11.saaq-betis 12. Dzohril qodami – tempurung kaki (efektif mengatasi penyakit asam urat. Rasulullah sendiri sering bekam di bagian kahil dan katifain.  Bekam ada dua jenis.  Yakni bekam kering dan bekam basah.  Jaman rasul belum diketahui kapan munculnya bekam kering, pada masa rasulullah bekam ini tidak ada.  Oleh sebab itu disarankan bekam basah.  Sebenarnya ada ngk sih  hari2 khusus untuk bekam? . Tanggal2 yang di sarankan untuk bekam itu Tanggal 17,19 dan 21   (penanggalan hijrah) krena pada saat awal bulan kondisi tubuh tekanan darahnya rendah kalau bekam ditakutkan tbuh tidak akan kuat.  Dan pada akhir bulan tekanan darah naik maka ditakutkan darah yang bersih ikut keluat.  Pantangan org2 bekam yaitu org yg pnya penyakit yg kalau terluka tdk cpt kering.  Pasien berumur dibawah umur.  Koma. Dehodrasi berat. Renjatan atau shock. Pasien yg bru menjalani transfusi darah.  Penderita jantung. Bekam bukan hanya untuk kesehatan tapi untuk kecantikan.  (Pemateri menunjukkan video bekam untuk kecantikan) .  Kemudian pemateri menunjukkan alat2 bekam. Bekam yang digunakan adalah bekam yang sudah modern yang kini dapat ditemui di toko2 kesehatan  Ada kop.  Ukuran kop berbeda2 ada yg ukuran besar, sedang dan kecil.  Jarum ( satu orang satu jarum.  Kalau sudah dipakai tidak boleh dipakai lagi karena penyakit nya bisa menular. Selang digunakan apabila seseorang ingin bekam pribadi di daerah yg tak dapat dijangkau dengan tangan.  Bekam tradisional biasanya menggunakan tanduk kerbau dan gelas.  Bekam dengan menggunakan tanduk kerbau ini tidak bisa diukur tingkat kekencangannya.  Orang yg menderita kolestrol sangat dianjurkan untuk berbekam untuk mengeluarkan darah2 kotor dari dalam tubuh.  Bekam dianjurkan setiap bulan sekali.

Setelah melakukan pengenalan.  Langsung melakukan praktek supaya mahasiswa tp lebih paham poses bekam yang sesungguhnya.  Pemateri menyiapkan minyak zaitun, fungsi minyak zaitun  menghilangkan infeksi dan sebagai perekat ketika dipasang kop agar bisa lebih menempel dan tidak perih.  Untuk satu titik bisa 3 aampai 5 menit kemudia ditusuk jarum untuk mengeluarkan darah dan di kop ditunggu beberapa saat kemudian dibersihkan dan di tusuk jarum dan dimop lagi untuk pembersihan sisa2 darah kotor. Hal yang harus diperhatikan. Tidak boleh pasien dalam keadaan lerut kosong dan tidak boleh pula dalam keadaan kenyang. Titik pertama, yang dicontohkan pada titik kaahil (punuk)  titik kedua pada titik katifain (bahu)  biasanya pasien yang masuk angim biasanya keluar uap di dalam area kop. Setelah menunggu 3 menit pemateri kedua mulai menusuk area yang sudah dikop menggunakan jarum.  Perlu diingat ya jarum ini tidak sakit ketika digunakan karena ukurannya yang sangat kecil sehingga tidak terasa apabila ditusukkan ke tulang.  Setelah ditusukkan di area yang sudah di kop langkah kedua adalah mengekop kembali area yang sama untuk menarik darah yang sudah mulai keluar akibat tusukan. Lamanya kop yang kedua ini tidak bergantung pada waktu tetapi bergantung pada darah.  Apabila darah nya mulai berhenti maka kopnya dibuka. Kemudian diusap atau dibersihkan menggunakan tissue. Langkah terakhir adalah mengekop kembali area yang sebelumnya untuk mengeluarkan sisa2 darah kotor. Setelah dibersihkan menggunakan tissue usap dengan menggunakan alkohol untuk membersihkan, supaya tidak ada bakteri2 yang menempel.

Apakah bekam ada efek sampingnya?  Tergantung kondisi fisik kita.  Apabila ada seseorang yang tidak memungkinkan untuk di bekam seperti memiliki sensitifitas kulit maka lebih baik tidak bekam. Oleh sebab itu, dianjurkan sebelum bekam di perhatikan kondisi pada pasien

Begitulah sekilas gambaran pertemuan rutin kita pada sore hari ini.  Pertemuan yang bermanfaat ya.  Mari sehat mari bekam 🙂

Bekerjasama Dengan Darul Afkar Institute, HMJ Tasawuf dan Psikoterapi Suguhkan Psikoterapi Islami Metode Sufi Healing

SINAR- Sore ini Rabu (06/03) tepatnya pada jam 16. 30 WIB telah dilaksanakan acara psikoterapi islami dengan metode sufi healing di Masjid Imam Bukhori IAIN Surakarta. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswa dan Kerjasama Dr. KH. Syamsul Bakri, S. Ag., M. Ag., yang juga selaku pengasuh PP Darul Afkar Institute Klaten. psikoterapi islami sendiri merupakan suatu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta bekerjasama dengan Crew of Sufi Healing Pondok Pesantren Darul Afkar Institute Klaten. Kegiatan ini merupakan serangkaian pengobatan islami dengan menggunakan metode terapi Sufi Healing. Psikoterapi Islami sendiri sebenarnya ialah penyembuhan penyakit melalui terapi psikis (olah jiwa) yang didasarkan pada nilai-nilai agama, tujuannya ingin membangkitkan kekuatan batin (jiwa) pasien untuk meneguhkan semangat dalam menjalani dan menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi dalam hidup.

Psikoterapi islami bukanlah terapi semacam ruqyah, sebagaimana yang dipersepsikan kebanyakan orang saat ini. Ruqyah atau rukyah adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu (bisa ayat al-qur’an) pada orang yang sakit akibat terkena sihir, kerasukan serta gangguan jin. Ruqyah sering diidentikkan dengan adanya jin, menangis berlebihan, serta jeritan. Sedang psikoterapi sebagaimana telah dijelaskan di atas, ranahnya adalah mengacu pada psikologi. Tidak harus orang yang terkena gangguan jin, orang yang keseharian hidupnya tidak sehat misal seperti pikirannya yang sering suudzan, mengeluh, tertekan, tempramen juga dapat ditangani (diterapi). Mahasiswa yang banyak tertekan sebab tugas kuliah, dosen, hubungan asmara, bertikai dengan teman juga dapat diterapi dengan metode Sufi Healing. Sebab sebagaiman tujuannya terapi ini adalah mengatasi penyakit psikis, gangguan spiritual, kecanduan narkoba dan rokok, serta meningkatkan Spiritual Quotient (SQ), Emosional Quotient (EQ) dan Intelegensi Quotient (IQ).

Dalam upaya mewujudkan upaya tersebut peserta diarahkan untuk mengikuti intruksi terapis dan merasakan setiap energi dan perasaan yang dirasakan. Sehingga dapat merasakan hasil yang optimal seperti yang diharapkan. Selama kurang lebih 30 menit terapi dilaksanakan. Dan didapati peserta merasakan manfaatnya. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya sejumlah peserta yang terjatuh dan menangis bahkan ada yang tersedu-sedu, dan lain sebagainya. Untuk mendapat manfaat yang lebih diadakanlah sesi sharing dan tanya jawab. Dimana ada tiga orang mahasiswa yang berpartisipasi. Dari situ didapati bahwa tekanan psikis dapat mempengaruhi psikis dan juga sebaliknya. Harapannya dengan adanya kegiatan ini psikoterapi islami dapat menjadi salah satu solusi akurat untuk mengatasi masalah-masalah manusia modern di zaman milenial ini. (Zat/Humas dan Publikasi). #BanggaIAINSurakarta.

Sumber: Ahmad Syaifuddin, http://www.iain-surakarta.ac.id/?p=16657